Kenali 4 Penyebab Penyakit Scoliosis Ini Dan Cara Mengobatinya



Scoliosis merupakan sebuah kelainan yang terjadi pada tulang belakang yang kerap di alami oleh siapa saja, tidak memandang usia dan gender. Kelainan ini terjadi pada tulang belakang sebagai akibat dari posisi tubuh yang tidak pas pada saat menopang beban. Baik itu pada saat menopang bobot tubuh semisal pada saat duduk atau tidur, juga pada saat mengangkat beban berat dalam waktu yang lama dan berulang-ulang.
Hal ini menyebabkan terjadinya lekukan yang tidak normal pada tulang belakang. Lekukan ini bisa bersifat permanen jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat. Pada orang yang menderita scoliosis biasanya akan memiliki lekuk tulang belakang yang berbentuk S atau C yang pada banyak kasus tidak tampak secara kasat mata, namun jika di perhatikan bentuk ini akan terlihat sangat jelas.

Penyebab Scoliosis

Penelitian menyebutkan jika ada sebanyak 75 persen kelainan Scoliosis di sebabkan oleh faktor idiofatik (kelainan yang muncul tanpa bisa di deteksi penyebabnya), dan sebanyak 25 persen lainnya merupakan kelainan yang di sebabkan oleh beberapa faktor umum sebagai berikut ini:

1. Faktor Genetik

Faktor genetik merupakan faktor paling umum yang menyebabkan terjadinya Scoliosis pada manusia. Jika salah satu anggota keluarga Anda mengalami kelainan ini yang sifatnya bawaan (diturunkan dari generasi sebelumnya) maka besar kemungkinan keturunan selanjutnya juga akan mengalami Scoliosis. Hal ini tidak dapat di cegah, namun bisa di lakukan beberapa terapi untuk mengurangi dampak buruk yang di akibatkan.

2. Menderita Trauma Waktu Kecil

Aktivitas pada masa kanak-kanak hingga membuat anak tersebut terjatuh ketika bermain hingga mengalami trauma, bisa menyebabkan scoliosis saat remaja. Pada beberapa remaja, scoliosis sering diabaikan karena tidak ada gejala apa pun yang menyertainya. Tapi kondisi ini akan terlihat dari postur tubuh yang kurang proporsional seperti bengkok, miring, dan sebagainya. Kondisi scoliosis pada usia remaja patut diwaspadai dan ditangani sejak dini agar penambahan sudut scoliosis yang lebih besar bisa dihindari.

3. Posisi Duduk Yang Salah

Hal ini biasanya sering di alami oleh para pekerja kantoran yang memiliki waktu duduk yang lama pada saat bekerja. Duduk dalam jangka waktu berjam-jam dalam posisi yang tidak baik berisiko besar dapat menyebabkan lekukan tulang yang berangsur-angsur berubah menjadi tidak normal. Jika kondisi seperti ini terjadi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama maka Scoliois kemungkinan besar akan terjadi. Jika tidak segera melakukan perubahan cara duduk yang benar, maka Scoliosis bisa saja menjadi permanen dan sulit untuk di sembuhkan.

4. Panjang Kaki Kurang Simetris

Beberapa orang memang memiliki panjang kaki yang tidak sama antara yang kiri dengan yang kanan. Hal ini bisa di sebabkan oleh faktor gen, patah tulang, atau benturan keras yang dilami pada tulang sehingga mengalami penyusutan. Jika hal ini terjadi, maka orang tersebut akan mengalami kesulitan untuk menjadikan dua kakinya sebagai tumpuan beban yang berimbang. Akibatnya salah satu kaki menopang beban yang leibh berat dari yang lainnya dalam posisi tubuh yang miring.
Jika hal ini berlangsung dalam waktu yang lama maka Scoliosis akan menyerang Anda. Biasanya bentuk lekukan tulang punggung yang terjadi pada orang pada jenis kelainan ini akan berbentuk huruf S.

Gejala-gejala Scoliosis

Berikut ini beberapa gejala umum yang menyertai kondisi scoliosis:
– Bahu kiri atau kanan yang lebih menonjol
– Posisi kepala tidak lurus dengan panggul
– Posisi tubuh yang condong ke salah satu sisi
– Gerakan berjalan yang miring
– Sering mengalami nyeri otot pada saat menopang beban

Penanganan Scoliosis

Ada dua metode paling umum yang sering digunakan untuk mengurangi scoliosis, berikut penjelasannya:

1. Penggunaan Alat Penyangga (Brace)

Brace berfungsi untuk menyangga tulang belakang yang mengalami kelainan Scoliosis. Penggunaan alat ini sangat di rekomendasikan oleh para dokter ahli khusus untuk para penderita Scoliosis. Alat ini tidak di jual bebas, artinya Anda perlu melakukan konsultasi dengan dokter spesialis untuk menentukan brace yang tepat di gunakan sesuai dengan lekuk tulang belakang yang mengalami kelainan.
Beberapa kekurangan alat ini yang paling banyak di keluhkan oleh para penggunanya yaitu rasa gatal dan iritasi yang sering di timbulkan pada kulit pada saat menggunakan brace. Selain itu alat ini juga cukup berat, terkadang juga muncul rasa panas pada punggung jika terlalu lama menggunakannya.

2. Sports Therapy

Cara kedua yang bisa di lakukan untuk mengurangi Scoliosis adalah dengan melakukan metode sports therapy. Metode ini merupakan sebuah cara pengobatan dengan menggunakan latihan terukur bagi para penderita Scoliosis. Sport therapy biasanya dilakukan secara rutin dan bertahap selama 15 hingga 20 menit setiap harinya. Pola latihan yang di gunakan adalah gabungan dari gerakan tertentu yang di dukung dengan penggunaan brace. Cara ini cukup efektif untuk memperbaiki bentuk lengkung tulang belakang yang mengalami kelainan. Sport therapy juga di rasa cukup efektif karena tidak menimbulkan efek samping ataupun rasa tidak nyaman seperti metode yang pertama, hanya saja di butuhkan waktu yang lebih lama untuk mengembalikan struktur tulang yang bengkok menjadi normal kembali.

Semoga bermanfaat.